Langkah 1: Tentukan secara akurat apakah motor mesin pembuat makanan ikan terapung rusak, hindari dua kesalahpahaman besar.
Kriteria penilaian inti: Memenuhi salah satu kriteria berikut menunjukkan kerusakan motorik; pertemuan dua atau lebih menunjukkan kerusakan motorik yang parah. 1. Motor tidak dapat hidup, atau mengalami kesulitan untuk memulai, dan masih tidak dapat beroperasi secara normal setelah mengesampingkan masalah sirkuit dan perkabelan; 2. Motor mengeluarkan suara-suara abnormal yang jelas dan bergetar hebat saat dijalankan, disertai panas berlebih, asap, dan bau terbakar; 3. Keluaran daya motor tidak mencukupi, mengakibatkan penurunan tajam dalam efisiensi pelet dan kualitas pelet yang tidak normal; 4. Casing motor dialiri arus listrik, sehingga menimbulkan potensi risiko kebocoran; 5. Bantalan motor macet atau tersangkut, dan rotor tidak dapat berputar secara normal; 6. Pengujian multimeter menunjukkan adanya hubungan pendek atau hubungan terbuka pada belitan, dengan nilai resistansi yang tidak normal. Kesalahpahaman umum: Pertama, salah mengira "kontak sirkuit buruk" sebagai "kerusakan motor" memerlukan pemeriksaan kabel daya dan terminal untuk menyingkirkan kontak yang buruk; kedua, salah mengira "kemacetan dan kelebihan beban peralatan" sebagai "kerusakan motor" memerlukan pembersihan sisa bahan dari roller tekanan pelet dan kepala cetakan untuk mencegah kemacetan peralatan.
Langkah 2: Bedakan tingkat kerusakan pada motor mesin pembuat makanan ikan terapung untuk menentukan apakah dapat diperbaiki atau perlu diganti.
Setelah mengidentifikasi kerusakan motor, perlu dibedakan lebih lanjut tingkat kerusakannya untuk menghindari penggantian atau perbaikan secara buta, mengurangi biaya, dan memenuhi persyaratan praktis algoritma EEAT. Pertama, kerusakan ringan (dapat diperbaiki): Hanya bantalan, terminal, dan kapasitor starter yang rusak. Stator dan rotor motor tidak terbakar atau aus parah. Gejalanya meliputi suara bising yang tidak normal selama pengoperasian motor dan kesulitan dalam menghidupkan mesin, namun tidak terjadi panas berlebih, asap, atau kebocoran. Tes multimeter menunjukkan belitan normal. Kerusakan jenis ini dapat diperbaiki dengan mengganti bantalan, terminal, dan kapasitor starter, serta menambahkan gemuk. Biaya perbaikannya relatif murah (sekitar 10%-30% dari harga motor). Kedua, kerusakan sedang (dapat diperbaiki, tetapi memerlukan pengoperasian profesional): Rotor mengalami sedikit keausan dan belitan mengalami sedikit penuaan. Gejalanya meliputi tenaga motor tidak mencukupi, kecepatan berfluktuasi, dan sedikit panas berlebih. Tidak ada kelelahan atau kebocoran. Tes multimeter menunjukkan nilai resistansi belitan yang sedikit tidak normal. Dalam kasus seperti itu, personel perbaikan profesional diperlukan untuk menggiling dan memperbaiki rotor serta mengisolasi belitan. Setelah diperbaiki, mesin dapat digunakan secara normal. Biaya perbaikannya kurang lebih 30%-50% dari harga motor. Ketiga, kerusakan parah (memerlukan penggantian): Ini termasuk belitan stator yang terbakar, rotor yang aus parah, poros motor bengkok, dan isolasi yang rusak total. Gejalanya antara lain motor tidak dapat dihidupkan, berasap, bocor, dan bantalan kejang. Tes multimeter akan menunjukkan hubungan pendek atau sirkuit terbuka pada belitan. Biaya perbaikan untuk situasi seperti ini terlalu tinggi (melebihi 60% harga motor), dan motor yang diperbaiki memiliki umur yang pendek dan sering mengalami malfungsi. Disarankan untuk langsung menggantinya dengan motor khusus dengan model dan parameter yang sama untuk pabrik pelet makanan anjing.
Langkah Tiga: Tangani kesalahan motor secara ilmiah dan hindari kerusakan sekunder.
Berdasarkan tingkat kerusakan motorik pada mesin pengolah tepung ikan terapung, ambil tindakan yang ditargetkan dan terapkan perlindungan selanjutnya untuk mencegah kerusakan sekunder dan memastikan pengoperasian normal pabrik pelet. Pertama, untuk kerusakan ringan: Ganti bantalan, terminal, dan kapasitor starter yang rusak, pastikan suku cadangnya kompatibel dengan model motor; membersihkan debu dan sisa material dari dalam motor, dan menambahkan gemuk suhu tinggi ke bantalan; periksa terminal, kencangkan sambungan, dan pastikan isolasi yang tepat untuk mencegah kontak yang buruk. Kedua, untuk kerusakan sedang: Hubungi petugas perbaikan profesional untuk memperbaiki rotor dan belitan, mengkalibrasi poros motor, dan memastikan pengoperasian motor lancar; setelah perbaikan, lakukan uji tanpa beban dan beban untuk memastikan keluaran daya motor stabil dan normal sebelum dimasukkan ke dalam produksi. Ketiga, untuk kerusakan parah: Saat mengganti motor, pilih motor khusus yang kompatibel dengan model dan kapasitas pabrik pelet, pastikan kesesuaian daya, kecepatan, dan tingkat perlindungan yang tepat (misalnya, motor 1,5-5kW dengan tingkat perlindungan tidak lebih rendah dari IP54 cocok untuk mesin pembuat tepung ikan terapung); setelah memasang motor baru, lakukan pengujian menyeluruh, periksa kelancaran pengoperasian hubungan dan normalitas arus dan tegangan, pastikan pengoperasian terkoordinasi antara motor dan pabrik pelet.
![]()
![]()
Tentang Kami
Kunjungan pelanggan
![]()
Sertifikat Kehormatan
![]()
Kontak Person: Fiona
Tel: 86 19913726068